15 April 2014

Kenapa Nilai Tukar Mata Uang Selalu Berubah ?


Kenapa Nilai Tukar Mata Uang Selalu Berubah ?

 
Kenapa Nilai Tukar Mata Uang Selalu Berubah ?

Istilah Kurs Mata Uang tentunya sudah tidak asing lagi bagi kita. Namun banyak yang belum benar-benar mengerti dan memahami apa yang dimaksud dengan kurs mata uang. Kurs Mata Uang adalah nilai tukar atau rasio pertukaran antara dua mata uang yang berbeda negara. Transaksi Jual Beli Mata uang sering juga dikenal dengan istilah Forex Trading, dapat dilakukan di bank atau secara online.
Bentuk dari Forex Trading ada 3 yaitu :
Spot Exchange, yaitu transaksi yang terjadi dengan pelepasan pada value date.
1.         Foreign Exchange, yaitu transaksi yang terjadi dengan pelepasan pada saat tertentu di waktu yang akan datang.
2.        Swap, yaitu transaksi pembelian dan penjualan secara terus menerus dengan deadline yang berbeda.

Banyak faktor yang mempengaruhi nilai tukar uang, antara lain seperti suku bunga , inflasi , dan keadaan politik dan ekonomi di setiap negara. Dan seringkali kurs mata uang ditentukan oleh faktor-faktor berikut ini :

Penentu Nilai Tukar Mata Uang

Banyak faktor yang menentukan nilai tukar mata uang, dan kesemuannya berkaitan
dengan hubungan perdagangan antara dua negara. Yang perlu diingat adalah bahwa nilai tukar ini relatif, dan diekspresikan sebagai sebuah perbandingan dari mata uang .
dua negara. Faktor-faktor ini juga tidak dalam susunan tertentu, seperti banyak aspek
di ekonomi, kepentingan relatif dari faktor-faktor ini masih menjadi subyek dari banyak
debat ahli ekonomi.

jadi penyebab kurs naik dan turun, adalah :
1. Diferensiasi Inflasi
2. Diferensiasi Suku Bunga
3. Defisit Neraca Berjalan
4. Hutang Publik
5. Ketentuan Perdagangan
6. Stabilitas Politik dan Kinerja Ekonomi
Nilai tukar mata uang suatu negara akan menentukan imbal hasil investasi riil. Mata uang yang menurun secara jelas akan mengurangi daya beli dari pendapatan dan keuntungan modal yang didapat dari jenis investasi apapun. Lebih lanjut, nilai tukar mata uang akan mempengaruhi faktor pendapatan lain seperti suku bunga, inflasi dan bahkan keuntungan modal dari surat berharga domestik. Nilai tukar mata uang memang dihasilkan dari sejumlah faktor komplek yang bahkan bisa membuat banyak ahli ekonomi masih kebingungan, investor harus sedikit banyak mengerti bagaimana nilai mata uang dan daya tukarnya memainkan peranan penting dalam tingkat investasi yang dibuatnya.
Mari coba kita cermati apa saya yang menjadi faktor penentu naik turunya nilai tukar mata uang.
Selain faktor seperti suku bunga dan inflasi, nilai tukar mata uang adalah salah satu faktor paling penting dari kondisi ekonomi relatif sebuah negara. Nilai tukar memainkan peran vital dalam tingkat perdagangan sebuah negara, dimana merupakan sesuatu yang paling kritis bagi mayoritas ekonomi pasar bebas di dunia.
Karena alasan ini, nilai tukar mata uang adalah diantara yang paling diamati, dianalisis dan diatur kebijakannya.
Selain faktor seperti suku bunga dan inflasi, nilai tukar mata uang adalah salah atu faktor paling penting dari kondisi ekonomi relatif sebuah negara. Nilai tukar memainkan peran vital dalam tingkat perdagangan sebuah negara, dimana merupakan sesuatu yang paling kritis bagi mayoritas ekonomi pasar bebas di dunia. Karena alasan ini, nilai tukar mata uang adalah diantara yang paling diamati, dianalisis dan diatur kebijakannya oleh pemerintah. Tetapi nilai tukar juga berpengaruh pada skala yang lebih kecil juga, mereka mempengaruhi imbal hasil riil dari investasi seseorang.
Disini kita akan melihat beberapa faktor utama dibalik pergerakan mata uang.
Sebelum kita melihatnya, kita harus menggambarkan bagaimana pergerakan mata uang mempengaruhi hubungan dagang antar negara. Nilai tukar mata uang yang lebih tinggi akan membuat ekspor sebuah negara lebih mahal dan impor lebih murah di pasar luar negeri, dan sebaliknya. Nilai tukar yang lebih tinggi juga diekspektasi akan menurunkan neraca dagang sebuah negara, sedangkan yang lebih rendah akan meningkatkannya.
1. Diferensiasi Inflasi
Sebagai sebuah aturan umum, sebuah negara dengan tingkat inflasi rendah yang konsisten akan memperlihatkan nilai mata uang yang meningkat, seiring dengan peningkatan daya beli relatif dibanding dengan mata uang lain. Selama setengah abad terakhir, negara-negara dengan inflasi rendah termasuk Jepang, Jerman dan Swiss, sedangkan Amerika Serikat dan Kanada mencapai inflasi rendah belum selama negara-negara yang disebutkan diawal. Negara-negara yang memiliki inflasi yang lebih tinggi biasanya akan melihat depresiasi pada mata uang mereka dalam hubungan kepada mata uang dari partner dagang mereka. Hal ini juga biasanya dibarengi oleh suku bunga yang lebih tinggi.
2. Diferensiasi Suku Bunga
Suku bunga, inflasi dan nilai mata uang sangat memiliki korelasi yang tinggi. Dengan mengatur suku bunga, bank sentral mencoba mengatur pengaruh dari inflasi dan nilai mata uang, dan perubahan suku bunga akan berimbas pada inflasi dan nilai mata uang. Suku bunga yang lebih tinggi menawarkan para kreditur dalam ekonomi sebuah imbal hasil yang lebih tinggi relatif terhadap negara lain. Karena itu, suku bunga yang lebih tinggi akan menari modal asing dan menyebabkan nilai mata uang akan meningkat. Imbas dari suku bunga yang lebih tinggi akan berkurang jika inflasi sebuah negara lebih tinggi dibanding dengan negara lain, atau jika faktor tambahan menarik turun nilai mata uang. Dan begitu juga dalam kondisi sebaliknya, yang karena itu suku bunga lebih rendah cenderung menurunkan nilai mata uang.
3. Defisit Neraca Berjalan
Neraca berjalan adalah keseimbangan perdagangan antara sebuah negara dengan partner dagangnya, yang merefleksikan semua pembayaran antara negara untuk barang, jasa, suku bunga dan dividen. Defisit dalam neraca berjalan menandakan bahwa sebuah negara lebih banyak membeli dari luar negeri dibanding dengan menjualnya, dan meminjam modal dari sumber luar negeri untuk membiayai defisit tersebut. Dalam kata lain, negara membutuhkan lebih banyak mata uang asing daripada apa yang diterimanya dari penjualan untuk ekspor, dan menyuplai lebih banyak mata uangnya sendiri dibanding dengan tingkat permintaan luar negeri untuk produk-produknya. Tingkat permintaan berlebih untuk mata uang asing akan menurunkan nilai tukar mata uang sebuah negara sampai barang dan jasa domestik lebih murah untuk pelaku pasar asing, dan aset asing tidak terlalu mahal untuk menghasilkan penjualan bagi minat domestik.
4. Hutang Publik
Negara akan menghasilkan sebuah pembiayaan defisit dalam skala besar untuk membiayai proyek publik atau masyarakat dan pendanaan pemerintah. Walaupun aktivitas seperti itu akan menstimulasi ekonomi domestik, negara yang memiliki defisit dan hutang publik besar menjadi kurang menarik bagi investor asing. Alasannya? Hutang yang besar akan memicu inflasi, dan jika inflasi meninggi, hutang tersebut akan dibayar dengan nilai tukar yang rendah dimasa mendatang.
Dalam skenario terburuk, pemerintah mungkin akan mencetak lebih banyak uang untuk membayar sebagian dari hutang-hutang tersebut, tetapi hal ini akan meningkatkan suplai uang yang pastinya akan meningkatkan inflasi. Lebih jauh, jika sebuah pemerintah tidak mampu menangani defisit melalui usaha domestik (seperti menjual obligasi dan meningkatkan suplai uang), lalu mereka harus meningkatkan jumlah surat berharga untuk dijual ke pelaku pasar asing, sehingga akan menurunkan nilai tukarnya. Akhirnya, sebuah hutang yang besar akan menimbulkan kecemasan bagi pihak luar jika mereka yakin mengenai resiko gagal bayar sebuah negara. Untuk alasan ini, peringkat hutang sebuah negara (seperti yang disediakan Moody's Investor dan Fitch Rating) adalah sebuah penentu penting bagi nilai tukar mata uang. Sebagai contoh pada bualn Mei 2011 ini, Moody's dan Fitch menurunkan peringakat Utang Yunani, berakibat melemahnya EURO terhadap semua mata uang lainnya.
5. Ketentuan Perdagangan
Sebuah rasio yang membandingkan antara harga ekspor dengan harga impor, ketentuan perdagangan berkaitan dengan negara berjalan dan keseimbangan pembayaran. Jika harga ekspor sebuah negara meningkat lebih besar daripada impor, hal ini bisa dikatakan ketentuan perdagangannya membaik. Meningkatkan ketentuang dagang menunjukkan tingkat permintaan lebih tinggi untuk ekspor negara tersebut. Hal ini, sebaliknya, akan menghasilkan peningkatan pendapatan dari ekspor, yang menyediakan peningkatan permintaan untuk mata uang negara (dan akan meningkatkan nilai mata uang). JIka harga ekspor meningkat dalam level yang lebih kecil daripada impornya, nilai mata uang akan menurun dibandingkan dengan partner dagangnya.
6. Stabilitas Politik dan Kinerja Ekonomi
Investor asing pastinya akan mencari negara yang stabil dengan kinerja ekonomi yang baik dimana mereka akan menginvestasikan uangnya. Sebuah negara dengan atribut positif seperti itu akan menarik dana investasi dari negara lain yang memiliki tingkat resiko politik dan ekonomi yang lebih tinggi. Kekacauan politik, contohnya, bisa menyebabkan hilangnya keyakinan pada mata uang dan adanya perpindahan modal menuju mata uang dari negara yang lebih stabil. Stabilitas politik ini juga mempengaruhi negara yang punya hubungan erat dengan negara yang bekerjasama dengan negara tersebut. Sebagai contoh ketengangan di Timur Tengah menyebabkan US$ melemah, karena pasokan minyak ke US sedikit terhambat.
Sebenarnya banyak sekali faktor yang menyebabkan naik turunnya nilai tukar mata uang suatu negara. Tapi 6 faktor diatas merupakan faktor yang besar sekali pengaruhnya.
Quote:Menurut ane sih nilai mata uang tergantung berapa yang ditukar dan berapa yang menukar masing2 mata uang kepada bank internasional. Itu terkait Import-Export. Indonesia lebih banyak Import dari pada Export. Makanya nilai rupiah turun. Jadi banyak turis yang ke sini karena murah2 di sini kalo dibandingin dollar. Tetapi turis itu juga membuat nilai rupiah naik dan dollar menurun. Karena....intinya....semakin mata uang tersebut tertumpuk di bank Internasional, semakin rendah nilainya. Soalnya gak laku. Kayak rupiah. Rupiah Import terus, beli dgn rupiah, ditukar di bank internasional. Sedangkan negara lain yang ingin import dari negara kita cuma sedikit. Jadi masih banyak rupiah yang numpuk di bank internasional.

Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Harga Mata Uang.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi naik turunnya instrumen keuangan seperti nilai mata uang seluruh negara. Investor biasanya menganalisis stabilitas ekonomi dan kekuatan suatu negara sebelum berinvestasi dalam mata uang negara itu. Mereka selalu memastikan untuk berinvestasi dengan tingkat tertinggi pengembalian yang dapat mereka capai. Investor dan bank melihat kondisi ekonomi yang mendasarinya yang mempengaruhi nilai mata uang suatu negara .
Pasar valuta asing selalu melibatkan pertukaran satu mata uang dengan yang lain. Nilai tukar selalu ditentukan oleh pasokan dan permintaan mata uang yang sesuai. Bahkan, harga mata uang secara dramatis berubah berdasarkan penawaran dan permintaan dari masing-masing mata uang. Sebuah negara dengan ekonomi yang kuat akan memiliki permintaan yang kuat untuk mata uang mereka, dan pasokan yang lebih rendah akan menaikkan nilai mata uang. Permintaan yang tinggi berarti mata uang akan memiliki harga yang lebih tinggi, dan permintaan yang kurang berarti harga mata uang akan jatuh. Mata uang dengan pasokan besar akan mengurangi nilainya, dan pasokan valas yang kurang akan meningkatkan nilai dan harga. Sebuah mata uang biasanya rally ketika permintaan meningkat. Fundamental ekonomi ini menjelaskan nilai-nilai yang selalu berubah dari mata uang negara yang berbeda.
Faktor ekonomi utama yang mempengaruhi permintaan dan penawaran mata uang
Kebijakan moneter
Intervensi Bank Sentral suatu negara dalam upaya baik untuk meningkatkan atau menurunkan nilai mata uang mereka sendiri dengan mengendalikan jumlah uang yang beredar, inflasi , dan suku bunga menyebabkan fluktuasi besar dalam harga mata uang. Mereka menggunakan cadangan devisa yang cukup besar untuk mencoba dan menstabilkan pasar pada tingkat yang realistis atau ideal dengan membeli dan menjual mata uang domestik. Ini bukan satu-satunya metode yang digunakan oleh bank sentral untuk melakukan intervensi di pasar mata uang, tetapi ini adalah salah satu strategi mereka yang paling sering digunakan.
Ambil Jepang sebagai contoh, Bank sentral Jepang telah menggunakan strategi ini pada lebih dari satu kesempatan. Sebagai negara ekspor, bank sentral akan melakukan intervensi di pasar Forex dalam upaya untuk menurunkan nilai mata uangnya. Melalui strategi ini, negara-negara yang lebih asing, khususnya Amerika Serikat, selanjutnya tertarik untuk membeli produk-produk Jepang. Sementara hal tersebut menurunkan nilai mata uang suatu negara, maka hal itu juga merupakan keuntungan karena peningkatan perdagangan / ekspor intervensi akan sering dibuat.
Produk domestik bruto ( PDB )
Laporan triwulanan GDP adalah salah satu indikator ekonomi yang paling penting. Ini adalah ukuran utama dari output ekonomi secara keseluruhan dari suatu negara selama kuartal yang diukur – di mana semua barang dan jasa yang diberikansesuai dengan nilai pasar. Namun, ini tidak termasuk kegiatan internasional / perdagangan. GDP merupakan indikator standar kehidupan dan kekayaan suatu negara karena mencerminkan total produksi, pendapatan dan konsumsi dalam negeri.
GDP mencerminkan kekuatan ekonomi negara, dan tentu saja juga kekuatan mata uangnya. Jumlah total uang suatu negara berbanding lurus dengan jumlah total output ekonomi. Semakin tinggi GDP, semakin kuat mata uang dan daya belinya.
Neraca Perdagangan
Neraca perdagangan negara global diukur dari selisih antara nilai total impor dan ekspor barang dan jasa. Sebagai indikator penting dari kekuatan ekonomi suatu negara secara keseluruhan, itu lebih menguntungkan untuk memiliki lebih banyak ekspor daripada impor. Ekspor memperkuat ekonomi suatu negara dan mencerminkan kondisi keseluruhan sektor manufaktur.
Neraca perdagangan secara langsung berdampak pada pasokan dan permintaan mata uang. Sebuah mata uang akan menguat jika ekspor lebih tinggi daripada impor sejak pembeli asing harus menukarkan mata uang lokal mereka lebih banyak untuk membeli produk yang diekspor. Jika impor lebih tinggi daripada ekspor, yang menyebabkan mata uang lokal untuk lebih banyak digunakan, akan mengakibatkan depresiasi mata uang tersebut.
Indeks konsumen harga ( CPI ) dan indeks pembelian listrik
CPI dan PPI adalah dua langkah yang paling penting dari inflasi. CPI untuk mengukur perubahan harga barang rumah tangga pada umumnya. Ini mengkuantifikasi biaya yang dibayar oleh konsumen untuk barang-barang. Ini mencerminkan bagaimana dampak inflasi ekonomi rata-rata sipil perkotaan. Sebaliknya, PPI mengukur harga barang di grosir, atau tingkat produsen. Ini adalah berapa banyak produsen menerima permintaan barang.
CPI merupakan indikator inflasi yang paling kritis. Inflasi berbanding lurus dengan daya beli mata uang. Dalam kondisi normal, peningkatan CPI menyebabkan peningkatan dalam semua suku bunga dasar. Kenaikan suku bunga dasar sering menyebabkan peningkatan daya tarik mata uang.



Indikator Ketenagakerjaan
Indikator-indikator ini termasuk tingkat pengangguran, jumlah pekerjaan baru yang diciptakan, rata-rata jam kerja per minggu, dan penghasilan per jam rata-rata. Laporan pengangguran secara signifikan akan mempengaruhi harga mata uang. Dalam ekonomi yang kuat, pekerjaan baru diciptakan, dan sebagian besar dari masyarakat usia kerja produktif dalam bekerja.
Laporan Non -Farm Payroll Amerika Serikat ( NFP ) menyebabkan gerakan terbesar di pasar mata uang. Ini adalah indikator ekonomi kunci dari Amerika Serikat. Laporan ini menunjukkan jumlah banyaknya pekerja dalam bisnis apapun termasuk karyawan dalam bidang pertanian, rumah tangga, karyawan swasta dan karyawan organisasi non -profit.
Permintaan Barang Jangka Panjang
Ini merupakan indikator ekonomi yang mengukur berapa banyak orang menghabiskan pada pembelian jangka panjang dari barang yang tahan lama dan produk lainnya yang diharapkan akan bertahan lebih dari tiga tahun. Laporan ini memberikan wawasan bagi investor dalam industri manufaktur. Ini memberikan informasi tentang bagaimana kemungkinan sibuknya pabrik dalam waktu dekat. Semakin banyak pesanan produk, semakin besar tenaga kerja yang dibutuhkan untuk memenuhi pesanan.
Indeks Penjualan Ritel
Indeks Penjualan eceran menunjukkan keseluruhan kekuatan belanja konsumen dan industri ritel. Ini ukuran barang yang dijual dalam toko ritel dengan mengambil sampel dari perusahaan yang bergerak dalam bisnis penjualan produk konsumen. Data sampel berasal dari perusahaan dari semua ukuran, dari yang berukuran besar seperti Wal – Mart ke toko-toko lokal yang lebih kecil. Indikator ekonomi ini penting bagi investor yang berinvestasi di perusahaan ritel. Ini juga merupakan kontributor besar terhadap total produk domestik bruto.
Construction Housing Data
Data perumahan juga mempengaruhi harga mata uang suatu negara. Data ini mencakup jumlah rumah baru yang telah dibangun oleh sebuah negara, dan jumlah rumah yang telah dijual selama periode waktu tertentu. Aktivitas konstruksi perumahan biasanya dapat memprediksi apa yang terjadi dalam keadaan ekonomi tertentu. Jumlah real estate adalah ukuran yang baik dari kekuatan ekonomi suatu negara. Rendahnya nilai penjualan rumah baru adalah tanda ekonomi juga melemah.
Suku Bunga
Suku bunga adalah salah satu penggerak utama pasar mata uang. Suku bunga di negara-negara yang berbeda akan mempengaruhi banyak mata uang yang berbeda pada waktu yang sama. Suku bunga yang diawasi ketat oleh Federal Open Market Committee di Amerika Serikat untuk mengukur kekuatan ekonomi secara keseluruhan. Tergantung pada data ekonomi telah dikumpulkan, the Fed dapat menurunkan, meningkatkan, atau membuat suku bunga tidak berubah atau tetap. Karena dolar terlibat dalam hampir 90 % dari semua transaksi mata uang, laporan suku bunga oleh Federal Reserve Amerika Serikat memngaruhi mata uang lainnya.
Kondisi Politik
Pasar mata uang cenderung untuk mencerminkan lanskap politik suatu bangsa. Peristiwa politik memainkan peran utama dalam kegiatan ekonomi suatu negara dan juga dapat mempengaruhi kebijakan moneter. Peristiwa ini termasuk pemilu dan perubahan dalam pemerintahan. Sebuah partai baru bisa membuat perubahan besar yang dapat mempengaruhi kegiatan ekonomi dan perdagangan menjadi lebih baik atau lebih buruk. Kurs sering bereaksi baik terhadap pihak dengan platform pemerintahan yang bertanggung jawab yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat.

Sentimen pasar dan penilaian
Dolar AS adalah mata uang nomor satu yang diperdagangkan di dunia. Akibatnya, pedagang di seluruh dunia memperhatikan dolar setiap saat. Sentimen pasar atau pendapat dari trader tentang dolar AS selalu mempengaruhi nilai mata uang. Jika dolar AS mendapatkan kekuatan, pedagang akan membeli pasangan mata uang USD sebagai mata uang dasar dan menjual pasangan mata uang USD sebagai mata uang quote karena mereka percaya bahwa dolar AS akan terus menguat.
Harga mata uang juga dipengaruhi oleh emosi, penilaian, dan analisis pelaku pasar. Bahkan, sebelum laporan ekonomi dipublikasikan, pelaku pasar sudah membuat prediksi dan penilaian pasar mereka dan sering menempatkan perdagangan menjelang peristiwa penting.
Spekulasi
Di pasar Forex, sebagian besar transaksi perdagangan sebenarnya adalah bersifat spekulatif yang mempengaruhi nilai tukar. Jika spekulan (pedagang Forex retail) percaya bahwa dolar AS akan meningkat di masa depan, mereka akan menuntut / membeli lebih banyak USD untuk dapat membuat keuntungan. Dengan demikian, pergerakan harga mata uang tidak selalu mencerminkan peristiwa ekonomi, tetapi sering dikendalikan oleh keserakahan, ketakutan dan emosi.
Pola-pola historis mata uang Harga mata uang menghasilkan pola selama jangka waktu tertentu. Pola ini berulang-ulang dan dengan memungkinkan teknikal trader untuk membuat keputusan mengenai perdagangan masa depan dan potensi keuntungan berdasarkan analisis historis ini. Hutang public Sebuah negara dengan sejumlah hutang yang besar kurang menarik para investor asing. Hutang publik meningkatkan inflasi yang menurunkan nilai mata uang domestik.
Semua laporan ini dapat digunakan untuk mengevaluasi potensi harga mata uang di masa depan. Seorang analis fundamental mungkin mempelajari semua indikator ini. Angka-angka tersebut dan apa yang dimaksud dan bagaimana mereka mempengaruhi perekonomian suatu negara dapat menjadi sumber daya yang berharga untuk trader fundamental. Tetapi untuk teknikal trader, semua peninggalan harga mata uang telah dilaksanakan dan terlihat pada grafik harga Forex. Karena pola mata uang cenderung berulang-ulang, ia berhasil memprediksi kemungkinan harga mata uang di masa depan.
Meskipun ini adalah faktor yang paling penting yang menggerakkan pasar mata uang, ada banyak faktor kompleks lainnya yang mempengaruhi pasar mata uang dan harga mata uang global.
Bagaimana perilisan berita mempengaruhi harga mata uang “Berita menggerakkan pasar”. Ini adalah keyakinan umum di kalangan trader Forex yang menguasai benar dalam berbagai cara. Karena perdagangan pasar mata uang sangat leveraged, dampak dari berita yang berlebihan, membuat perubahan kecil pada harga mata uang menjadi besar. Ada banyak berita yang dirilis setiap hari di pasar valuta asing, dengan beberapa rilis memiliki lebih banyak dampak daripada yang lain. Pemerintah secara teratur menerbitkan statistik yang memberikan informasi tentang bagaimana kinerja perekonomian suatu negara. Anehnya, AS yang terkait rilis berita ekonomi memiliki dampak yang signifikan terhadap mata uang lainnya. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa dolar AS adalah mata uang yang paling banyak diperdagangkan di dunia.
Dampak dari laporan berita tergantung pada ketepatan waktu mengenai situasi ekonomi saat ini. Laporan yang secara teratur diumumkan pada waktu perilisan dikenal sering memiliki dampak yang terbesar. Jika berita bertentangan dengan arah pasar saat ini, dampaknya hanya akan berlangsung selama beberapa jam pada umumnya. Tapi kalau itu sejalan dengan tren pasar, harga mata uang akan bergerak secara agresif dan akan berlangsung selama beberapa hari dan bahkan berminggu-minggu. Selain itu, berita buruk memiliki dampak yang lebih besar daripada berita baik dalam banyak kasus.Trading pasar berita
Karena pengumuman berita menciptakan pergerakan harga mata uang yang drastis hanya dalam hitungan detik setelah rilis, banyak trader Forex menunggu dan menonton gerakan awal untuk mendapatkan arah yang benar dari dampak berita dan keuntungan dari berita. Meskipun itu bisa sangat bermanfaat, itu juga cukup beresiko karena volatilitas yang tinggi dan menyebar yang dapat dihasilkan oleh laporan berita. Trader lebih rentan terhadap kesalahan harga dan false breakout karena kecepatan pergerakan harga berumur pendek dan tinggi.
Ada banyak tokoh berita ekonomi yang dirilis secara teratur, tapi tidak semua langsung mempengaruhi harga mata uang. Hal ini penting untuk mengetahui rilis mana yang penting dan tidak. Ada beberapa situs Forex yang menyediakan kalender ekonomi global yang menilai dampak dari setiap siaran pers sebagai High, Medium, dan Low. Siaran pers dampak tinggi adalah sebuah pemberitahuan dan kebijakan yang diambil oleh bank sentral seperti Federal Reserve (Fed), Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), dan Bank Sentral Eropa (ECB). Berikut ini adalah empat laporan berita ekonomi yang paling penting yang harus dipertimbangkan dengan semua perdagangan mata uang.
Nonfarm Payroll (NFP)
Nonfarm Payroll dirilis setiap hari Jumat bulan pertama oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS. Hal ini menunjukkan jumlah orang Amerika yang bekerja di pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan dalam bisnis lainnya (tidak termasuk peternakan pertanian). Hal ini juga menampilkan jam kerja rata-rata per minggu dan pendapatan rata-rata mingguan. Jika jumlah warga yang dipekerjakan bertambah dalam jumlah sama dengan pendapatan rata-rata, itu berarti bahwa ekonomi sedang berkembang. Sebaliknya, penurunan Data NFP menunjukkan masalah ekonomi utama.
Rata-rata, rilis berita NFP dapat memindahkan pasar mata uang (EURUSD) oleh 100 pips atau lebih dalam waktu hanya beberapa menit setelah rilis. Jika perbedaan antara jumlah yang diperkirakan dan sebenarnya yang dilaporkan cukup besar, itu memungkinkan bagi para trader untuk membuat keuntungan yang cepat dalam waktu yang sangat singkat.
FOMC Meeting Minutes
Federal Open Market Committee adalah pembuatan kebijakan moneter tubuh Federal Reserve AS. Ada delapan (8) kali pertemuan FOMC setiap tahun dan mereka juga mengadakan pertemuan lain yang diperlukan untuk meninjau perkembangan ekonomi dan keuangan di Amerika Serikat.
Nilai dolar AS secara langsung dipengaruhi setiap kali dewan FOMC memutuskan untuk peningkatan, penurunan, atau mempertahankan tingkat suku bunga. Dengan meningkatkan suku bunga, The Fed akan menjual surat berharga pemerintah AS untuk dealer keuangan utama. Oleh karena itu, dolar AS akan menghargai nilainya sejak pasokan dolar AS menurun.
Dengan memotong suku bunga, The Fed akan membeli surat berharga pemerintah AS dari dealer keuangan utama. Hal ini akan meningkatkan pasokan dolar AS, dan karena itu, mata uang mengalami depresiasi nilai.
Indeks penjualan ritel
Indeks Penjualan Ritel dirilis sekitar tanggal 12 bulan ini oleh Departemen Perdagangan AS dan Biro Sensus. Ini menampilkan volume barang yang dijual oleh pengecer. Jika indeks penjualan ritel ini berkembang, ini menunjukkan bahwa perekonomian negara akan kuat karena orang memiliki uang untuk dibelanjakan. Ini biasanya meningkatkan nilai mata uang domestik. Sebaliknya, indeks penjualan ritel rendah menunjukkan ekonomi lemah.
Berbeda dengan perilisan NFP, indeks penjualan ritel tidak menggerakkan ratusan pips di pasar. Harga bergerak rata-rata sekitar 60-70 pips dengan EURUSD dan itu tergantung pada deviasi antara jumlah aktual dan yang diperkirakan.
Neraca perdagangan
Laporan neraca perdagangan dirilis setiap tanggal 19 bulan ini oleh Biro Analisis Ekonomi AS. Ini adalah perbedaan antara ekspor dan impor. Ini merupakan indikator penting dari kekuatan ekonomi suatu negara secara keseluruhan. Rata-rata, EURUSD bergerak sekitar 60-65 pips setelah rilis berita.
Rilis berita ekonomi utama memiliki dampak signifikan pada harga mata uang. Trader Forex dapat memiliki kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan yang solid dari perubahan harga yang cepat. Untuk melakukannya, trader harus selalu berada di atas data yang tersedia di situs-situs berita Forex. Kalender berita online membantu pedagang dengan cepat menguraikan hasil berita. Sebagian besar situs kalender Forex mengumpulkan semua artikel penting, pernyataan kebijakan dan data yang secara signifikan mempengaruhi pasar mata uang. Perdagangan berita sebagai strategi jangka pendek dapat membawa lebih banyak risiko, tapi pada saat yang sama dapat menjadi cara yang efektif untuk membuat keuntungan yang cepat (jika dilakukan secara disiplin dengan risiko yang tepat dan manajemen uang).
Faktor-faktor lain yang menggerakkan pasar mata uang
Mata uang domestik tidak hanya dipengaruhi oleh kegiatan ekonomi dalam negeri. Karena valuta asing diperdagangkan dalam pasangan mata uang, jelas bahwa negara-negara lain mempengaruhi nilai mata uang domestik. Di Amerika Serikat, misalnya, tidak semua faktor-faktor yang mempengaruhi nilai dolar AS berasal dari Amerika Serikat. Pengaruh kuat dari berita mata uang bisa datang dari seluruh dunia. Konflik, konsumsi, perdagangan, dan masalah lain yang dapat mempengaruhi dolar dari luar negeri.
Beberapa faktor tersebut adalah:
Kekacauan di negara lain: Ketika negara-negara lain dalam kekacauan, mata uang domestik mereka sendiri dapat menjadi tidak stabil. Investor akan menjadi gugup karena kekacauan tersebut dapat meningkatkan utang nasional, inflasi, dll Oleh karena itu, investor memilih untuk melarikan diri mata uang negara mereka sendiri dan berinvestasi ke dolar AS atau yen Jepang, misalnya, karena mereka mungkin menjadi pilihan yang lebih aman.
Stabilitas negara-negara asing: Jika negara-negara asing lebih stabil dalam ekonomis dan politis daripada Amerika Serikat, misalnya, dolar AS melemah karena investor lebih nyaman berinvestasi di negara-negara lain.
Memperkuat negara-negara asing: Jika perekonomian negara-negara lain berkembang, dolar, misalnya, memiliki kemungkinan untuk jatuh karena akan menjadi kurang menarik bagi investor.
Perubahan cadangan devisa: Karena dolar AS merupakan mata uang cadangan dunia, semua bank sentral memegang dolar lebih banyak daripada mata uang lainnya. Jika bank sentral melakukan diversifikasi investasi mata uang, mereka akan menjual dolar atau berhenti membeli dolar lebih banyak.
Inflasi Lambat produk asing: inflasi Lambat produk atau barang asing akan menjaga harga barang-barang ini tetap stabil. Oleh karena itu, konsumen memilih untuk membeli jumlah yang sama atau lebih dari barang-barang tersebut. Ini biasanya akan melemahkan nilai dolar, misalnya.
Bencana alam: bencana alam berat dapat mengganggu pertumbuhan ekonomi suatu negara dan bahkan dapat meningkatkan jumlah utang nasional. Jika bencana alam memiliki dampak yang sangat kuat terhadap perekonomian, bank sentral dapat menurunkan tingkat suku bunga dalam rangka mencapai pemulihan lebih cepat dan merangsang ekonomi.
Beragam faktor yang mempengaruhi pasar mata uang dan dampaknya terhadap perekonomian jauh melampaui impor dan ekspor. Perubahan harga mata uang adalah risiko utama bagi perusahaan dan investor yang terkena. Faktor-faktor ini dapat meningkatkan atau mengurangi hasil investasi bagi para investor global.


Read more ...

Sejarah Perkembangan Mata Uang Islam Maupun Konvensional



Sejarah Perkembangan Mata Uang Islam Maupun Konvensional

Makalah Sejarah Perkembangan Mata Uang
Islam Maupun Konvensional

DI
S
U
S
U
N
OLEH : KELOMPOK III
 SAFWADI

EMIL HARDIANSYAH

DAHNIAR

HUSNA

MAULIDIA

NURMASYITAH

SEMESTER / UNIT : VI / 3
PRODI : HES ( Hukum Ekonomi Syariah )

DOSEN PENGAJAR : TAUFIK, S.E.I


PERGURUAN TINGGI ISLAM AL-HILAL SIGLI


SEKOLAH TINGGI ILMU SYARI’AH

PERGURUAN TINGGI ISLAM AL-HILAL SIGLI

TAHUN AJARAN 2013/2014




KATA PENGANTAR


Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Penyusunan karya ilmiah yang berjudul “ Sejarah Perkembangan Mata Uang Islam Maupun Konvensional” ini merupakan persyaratan dalam memenuhi tugas mata kuliah Mata Unag Dalam Islam . 
Dalam penyusunan makalah ini penulis mengalami berbagai tantangan dan hambatan. Akan tetapi, dengan segala ketabahan hati yang dibarengi usaha dan doa, serta bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak akhirnya karya tulis ini dapat terselesaikan. Oleh karena itu penulis menghantarkan penghargaan dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kapada semua pihak yang dengan ikhlas memberikan kontribusinya demi terselesaikannya makalah ini.
Penulis menyadari bahwa tiada manusia yang sempurna. Untuk itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah ini. Semoga tulisan yang disajikan dapat memberikan manfaat kepada para penulis dan para pembaca.







        Sigli,10 April 2014
Penyusun,

Safwadi ,dkk
NPM : 11111394






BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Setiap orang di antara kita tahu seperti apakah uang, serta dengan mudah dapat menunjuk di antara seribu jenis benda yang manakah uang, yang manakah bukan uang. Akan tetapi, tidak semua orang di antara kita tahu apakah itu uang. Uang sebenarnya merupakan sesuatu hal yang unik, Ia bukan barang dan bukan jasa. Sekalipun dengannya kebutuhan akan barang dan jasa bisa dipenuhi.
Uang adalah segala sesuatu yang dapat diterima oleh masyarakat umum sebagai alat tukar di dalam lalu lintas perekonomian. Sebelum zaman uang manusia mengenal zaman barter. Barter adalah sistem tukar-menukar antara barang dengan barang atau semacamnya, atau dengan kata lain disebut dengan in-natura .

B.     Rumusan Masalah
1.      Sejak kapan munculnya Uang?
2.      Apakah sama uang dalam perekonomiaan Islam dengan uang dalam perekonomiaan konfensional
3.      Siapakah penemu uang pertama didunia?

C.    Tujuan Penulisan
1.      Untuk Mengetahui Latar Belakang Munculnya Uang.
2.      Untuk mengetahui perbedaan atau kesamaan uang didunia.
3.      Untuk mengetahui negara mana pertama sekali mencetak uang.

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Sejarah Perkembangan Mata Uang
Pada peradaban awal, manusia memenuhi kebutuhannya secara sendiri. Mereka memperoleh makanan dari berburu atau memakan berbagai buah-buahan. Karena jenis kebutuhannya masih sederhana, mereka belum membutuhkan orang lain. Masing-masing individu memenuhi kebutuhan makananya secara mandiri. Dalam periode yang dikenal sebagai periode prabarter ini, manusia belum mengenal transaksi perdagangan atau kegiatan jual beli.
Ketika jumlah manusia semakin bertambah dan peradabannya semakin maju, kegiatan dan interaksi antarsesama manusia meningkat tajam. Jumlah dan jenis kebutuhan manusia juga semakin beragam. Ketika itulah, masing-masing individu mulai tidak mampu memenuhi kebutuhanya sendiri. Bisa dipahami karena ketika seseorang menghabiskan waktunya seharian bercocok tanam, pada saat bersamaan tentu ia tidak akan bisa memperoleh garam atau ikan, menenun pakaian sendiri, atau kebutuhan yang lain.
Satu sama lain mulai saling membutuhkan, karena tidak ada individu yang secara sempurna mampu memaenuhi kebutuhannya sendiri. Sejak saat itulah, manusia mulai mengguanakan berbagai cara dan alat untuk melangsungkan pertukaran barang dalam rangka memnuhi kebutuhan mereka. Pada tahapan perdaban manusia yang masih sangat sederhana mereka dapat menyelenggarakan tukar- menukar kebutuhan dengan cara barter. Maka periode itu disebut zaman barter[1]. Hanya saja, cara ini walau pada awalnya sangat mudah dan sederhana, kemudian perkembangan masyarakat membuat sistem ini menjadi sulit dan muncul kekurang-kekurangan. Beberapa kekurangan sistem barter sebagai berikut[2] :

1. Kesusahan mencari keinginan yang sesuai antara orang-orang yang melakukan transaksi, atau kesulitan untuk mewujudkan kesepakatan mutual. Misalnya seseorang yang mempunyai keahlian sebagai tukang kayu dan membutuhkan jasa seorang pandai besi sebagai imbalan jasanya. Bisa saja dia menemukan pandai besi, tapi tidak membutuhkan jasa tukang kayu sehingga dia harus pergi dan mencari pandai besi yang lain yang sedang mebutuhkan jasa tukang kayu. Demikian waktu menjadi banyak terbuang dengan sia-sia sampai dia menemukan pandai besi.

2. Perbedaan ukuran barang dan jasa, dan sebagian barang yang tidak bisa dibagi-bagi. Katakanlah pemilik zaitun yang membutuhkan wol menemukan pemilik wol yang juga membutuhkan zaitun. Hanya saja tidak ada kesepakatan antara keduanya dalam hal ukuran barang yang dibutuhkan. Pemilik zaitun memiliki 10 liter zaitun sedangkan pemilik wol hanya memiliki sedikit wol yang tidak sesuai dengan jumlah ukuran zaitun. Sedang pemilik zaitun sendiri tidak ingin membagi-bagi barangnya. Terkadang barang itu sendiri tidak bisa dibagi-bagi seperti orang yang memiliki seekor kambing dan membutuhkan baju. Ukuran seekor kambing jelas menyamai lebih dari baju dan tidak mungkin baginya untuk membagi-bagi kambingnya sebagai bayaran untuk sepotong baju. Terjadi kesulitan dalam pertukaran.

3. Susahnya membuat membuat sebuah tolak ukur secara umum dari berbagai barang dan jasa. Dalam sisterm barter manusia kesulitan dalam mengetahui nilai- nilai suatu barang ketika ingin ditukar dengan berbagai barang yang lain, sebagaimana mereka juga kesulitan dalam menentukan nilai suatu jasa ketika ingin di tukar dengan barang atau jasa yang lain.
Adanya keterbatasan-keterbatasan dalam perekonomian barter ini menimbulkan kebutuhan akan suatu benda yang disebut sebagai alat tukar. Pada tahap permulaan masyarakat kuno belum menciptakan bentuk uang secara khusus, tetapi menggunakan benda atau komoditi yang sudah ada pada saat itu dan dinilai cukup berharga untuk dianggap sebagai uang. Oleh karenanya bentuk uang berbeda-beda di setiap daerah. Benda yang pernah berperan sebagai alat tukar misalnya: unta dan kambing dikawasan jazirah arab, sapi dan domba dikawasan afrika, dll.

B.     Sejarah Uang dari berbagai Bangsa.
1.      Uang pada Bangsa Lydia
Dikatakan bahwa Lydian (bangsa Lydia)[3] adalah orang-orang yang pertama kali mengenal uang cetakan. Pertama kali uang muncul ditangan para pedagang ketika mereka merasakan kesulitan dalam jual beli dalam sistem barter lalu mereka membuat uang. Pada masa Croesus 570 - 546 SM, negara berkepentingan mencetak uang. Dan pertama kalinya masa ini terkenal dengan mata uang emas dan perak yang halus dan akurat.
2.      Uang pada Bangsa Yunani
Bangsa Yunani membuat uang komoditi sehingga tersebar diantara mereka kapas sebagai utensil money dan koin-koin dari perunggu. Kemudian mereka membuat emas dan perak yang pada awalnya beredar diantara mereka dalam bentuk batangan sampai masa dimulainya pencetakan uang tahun 406 SM. Kadang mereka mengukir di uang mereka bentuk berhala mereka, gambar pemimpin mereka, sebagaimana juga kadang mereka mengukir nama negeri dimana uang itu dicetak. Mata uang utama mereka adalah Drachma yang terbuat dari perak.

3.      Uang Pada Bangsa Romawi
Bangsa Romawi pada masa sebelum abad ke-3 SM menggunakan mata uang yang terbuat dari perunggu yang disebut “Aes”. Mereka juga menggunakan mata uang koin yang terbuat dari tembaga. Dikatakan orang yang pertama kali mencetaknya adalah Numa atau Servius Tullius, dikatakan koin itu dicetak pada tahun 269 SM. Kemudian mereka mencetak Denarius dari emas yang kemudian menjadi mata uang imperium Romawi, dicetak tahun 268 SM. Di atas uang itu mereka cetak ukiran bentuk Tuhan dan pahlawan mereka, hingga masa Julius Caesar yang kemudian mencetak gambarnya di atas uang tersebut. Mata uang Romawi menjadi bermacam-macam sesuai dengan kepentingan politiknya dalam bentuk ukiran pada uang yang digunakan untuk tujuan-tujuan politik. Penipun menyebar di antara mereka dalam mempermainkan mata uang. Kadang tertulis pada uang Denarius suatu nilai yang melebihi dari nilai yang sebenarnya sebagai barang tambang. Kadang juga mereka mencampur emas dengan barang tambang lain karena kepentingan-kepentingan negara sehingga urusan masyarakat menjadi kacau balau sampai para pedagang tidak mau lagi menerima mata uang dengan nilai harga tertulis.

4.      Uang Pada Bangsa Persia
Bangsa Persia mengadopsi pencetakan uang dari bangsa Lydia setelah penyerangan mereka pada tahun 546 SM. Uang dicetak dari emas dan perak dengan perbandingan (Ratio) 1 : 13,5. Suatu hal yang membuat naiknya nilai emas dari perak. Uang pada mulanya berbentuk persegi empat kemudian mereka ubah menjadi bundar dan mereka ukir pada uang itu ukiran-ukiran tempat peribadatan mereka dan tempat nyala api. Mata uang yang tersebar luas pada bangsa Persia adalah Dirham perak dan betul-betul murni. Ketika sistem kenegaraan mengalami kemunduran, mata uang mereka pun ikut serta mundur. Menurut Mawardi, bangsa-bangsa Persia itu, ketika persoalan sistem kenegaraan mereka hancur, uang mereka ikut hancur bersamanya.

C.    Uang Pada Negara-Negara Islam
Bangsa arab telah bertransaksi menggunakan uang sesuai berat uang tersebut, mereka tidak mengguanakan nominal banyaknya uang tersebut dikarenakan tidak samanya berat suatu uang dengan yang lainya. Sebagaimana mereka tidak membedakan bentuk uang, dan menjadikan emas dan perak sebagai alat tukar dengan berbagai bentuk. Bangsa arab mengadopsi uang dari luar arab dan tidak mempunyai uang khusus dari negaranya.
Di Irak dan Yaman menggunakan alat tukar yang  didatangkan dari Persia yang dikenal dengan uang perak Persia. Sedangkan Syam dan Mesir menggunakan alat tukar yang didatangkan dari Roma yang di kenal dengan uang emas Romawi. Adapun penduduk jazirah Arab ketika itu menggunakan alat tukar dari emas dan perak yang didatangkan dari  perdagangan mereka ke Syam dan Yaman, sebagaimana mereka masih tetap menggunakan system barter dalam kegiatan ekonomi mereka.

1.      Uang Pada Zaman Rasul Saw
Rasululullah Saw belum mencetak uang yang khusus dari kaum muslimin, itu dikarenakan kesibukan dalam dakwah dan jihad. Akan tetapi kaum muslimin masih  menggunakan Dirham Persia dan Dinar Romawi dalam alat tukar menukar mereka, yaitu mengguanakannya sesuai berat uang tersebut bukan nominal banyaknya. Hal ini telah disepakati oleh Rasulullah Saw dengan sabdanya yang diriwayatkan oleh Umar ra :
المكيال مكيال المدينة والوزن وزن أهل مكة
"Timbangan berat (wazan) adalah timbangan penduduk mekkah, dan takara (mikyal) adalah takaran penduduk madinah".

2.      Uang Setelah Zaman Rasul Saw
Uang yang digunakan oleh jazirah arab tidak berubah sepeninggal Rasul Saw, khususnya pada zaman khalifah Abu Bakar Sidik ra, pada zaman khalifah Umar ibnu Khatab pada tahun 20 hijriyah, memerintahkan mencetak uang Dirham baru berdasarkan pola Dirham Persia. Berat, gambar, maupun tulisan bahlawiyah (huruf Persia) tetap ada, hanya ditambah dengan lafadz bismillah, dan bismillahi rabbi yang terletak pada tepi lingkaran. Pada saat itu khalifah Umar memperkejakan ahli pembukuan dan akutan orang Persia dalam jumlah besar untuk mengatur pemasukan dan pengeluaran di baitul mal (keuangan negara). Mata uang khalifah Islam yang mempunyai kecirian khusus baru dicetak oleh pemerintah Imam Ali ra. Namun peredaranya sangat terbatas karena keadaan politik saat itu.
Pada  zaman Muawiyah, mata uang dicetak dengan gaya Persia dengan mencantumkan gambar pada pedang gubernurnya di Irak. Ziyad juga mengeluarkan Dirham dengan mencantukan nama khalifah. Cara yang dilakukan Muawiyah dan Ziyad yaitu pencantuman gambar dan nama kepala pemerintah pada mata uang masih dipertahankan sampai saat ini, termasuk juga Indonesia.
Mata uang yang beredar pada waktu itu belum berbentuk bulat seperti uang logam sekarang ini. Baru pada zaman Ibnu Zubair dicetak untuk pertama kalinya mata uang dengan bentuk bulat, namun peredarannya terbatas di Hijaz. Sedangkan Mus'ab, gubernur di Kufah mencetak uang dengan gaya Persia dan Romawi. Pada tahun 72-74 hijriyah, Bisr bin Marwan mencetak mata uang yang disebut Athawiya. Sampai zaman ini mata uang khalifah beredar bersama dengan Dinar Romawi, Dirham Persia, dan sidikit Himyarite Yaman. Barulah pada zaman Abdul (76 H) pemerintah mendirikan tempat percetakan uang di Daar Idjard, Suq Ahwaj, Sus, Jay, Manadar, Maysan, Ray, Abarqubadh, dan mata uang khalifah dicetak secara terorganisir dengan kontrol pemerintah.
Pada masa khalifah Abdul Malik bin Marwan itu, Dirham dicetak dengan corak Islam. Terdapat lafadz-lafadz Islam yang ditulis dengan huruf Arab gaya Kufi pada Dirham tersebut. Ketika itu Dirham Persia tidak digunakan lagi. Dua tahun kemudian (77 H/697 H) Abdul Malik bin Marwan mencetak dinar khusus yang bercorak Islam setelah meningglkan pola Dinar Romawi. Gambar-gambar Dinar lama diubah dengan tulisan atau lafadz-lafadz Islam, seperti: Allahu Ahad, Allah Baqa'.   Sejak tiulah orang Islam memiliki Dinar dan Dirham yang secara resmi digunakan sebagai mata uangnya. [4]

D.    Klasifikasi Uang
Uang dapat diklasifikasikan atas beberapa dasar yang berbeda-beda, seperti misalnya sifat fisik dan bahan yang dipakai untuk membuat uang atau yang mengeluarkan atau yang mengedarkan. Klasifikasi uang dapat diuraikan sebagai berikut :


1.      Uang Barang (commodity Money)
Uang barang adalah alat tukar yang memiliki nilai komodity atau bisa diperjualbelikan apabila barang tersebut digunakan bukan sebagai uang. Namun tidak semua barang bisa menjadi uang, diperlukan tiga kondisi utama, agar suatu barang bisa dijadikan uang, antara lain:
-Kelangkaan (scarcity), yaitu persediaan barang itu harus terbatas.
-Daya tahan (durability), barung tersebut harus tahan lama.
-Nilai tinggi, maksudnya barang yang dijadikan uang harus bernialai tinggi, sehingga tidak memerlukan jumlah yang banyak dalam melakukan transaksi.

2.      Uang Logam (metalic money)
Sejalan berubahnya zaman uang komoditas atau uang barang dianggap  mempunyai banyak kelemahan. Diantaranya, uang barang tidak memiliki pecahan, sulit untuk disimpan dan sulit untuk dibawa atau di angkut. Kemudian manusia mulai memikirkan alternatif lain untuk membuat suatu barang  lain yang bisa digunakan sebagai uang.
Kemudian terhadap barang yang bisa digunakan sebagai uang, jatuh pada logam-logam mulia, seperti emas dan perak. Ada sejumlah alas an mengapa emas dan perak dipilih sebagai uang. Kedua logam tersebut memiliki nilai tinggi, langka, dan dapat diterima secara umum sebagai alat tukar. Kelebihan lainnya, emas dan perak dapat dipecah menjadi bagian-bagian yang kecil dengan tetap mempunyai nilai yang utuh. Selain itu logam mulia inin juga tidak mudah susut dan rusak.



3.      Uang Kertas (Token Money)
Ketika Perang Dunia I berkecamuk tahun 1914, Turki seperti Negara- negara lainnya mengumumkan pemberlakuan wajib terhadap uang kertas dan membatalkan transaksi dengan emas dan perak. Pada tahun 1914, uang kertas di seluruh dunia bersifat wajib dan tidak terikat dengan penopang barang tambangan tertentu. Setelah Perang Dunia I berlalu, Inggris berusaha mengembalikan sistem penopang emas untuk memperkuat mata uangnya demi menjaga posisinya di dunia internasional.
Pada masa tahun 1925-1931 memberlakukan sistem emas batangan sebagai penopang uang kertas disertai kemampuan untuk menerbitkan uang kertas melebihi emas penopang. Dengan demikian Inggris adalah negara pertama memberlakukan sistem ini kemudian diikuti Perancis tahun 1928. Sedangkan negara berkembang, sistem keuangannya mengikuti sistem negara yang menjajahnya.[5]
Ada beberapa keuntungan penggunaan uang kertas, di antaranya biaya pembuatan rendah, pengirimannya mudah, penambahan dan pengurangan lebih mudah dan cepat, serta dapat dipecah-pecahkan dalam jumlah berapa pun.
Namun kekurangan uang kertas juga cukup signifikan, antara lain uang kertas ini tidak bisa dibawa dalam jumlah yang besar dan karena dibuat dari kertas sangat mudah rusak. Uang kertas terbagi menjadi tiga macam, yaitu:
-النقود البديلة أوالنائبة    (uang pengganti)       
-النقود الوثيقة        (uang dokumen bukti )                
-النقود الإلزامية  (uang jaminan)               


4. Uang Giral (Deposit Money)
Yang dimaksud dengan uang giral adalah uang yang beredar pada bank yang dapat diambil oleh si pemegangnya sewaktu-waktu. Uang giral muncul dari gagasan masyarakat seiring dengan perkembangan perbankan. Uang kertas yang dirasa mempunyai kelemahan dalam menyelesaikan transaksi-transaksinya terutama untuk transaksi dalam jumlah yang besar di mana sejumlah uang kertas harus dibawa-bawa sehingga menimbulkan resiko tertentu dan keadaan yang tidak praktis, maka uang giral muncul untuk menyelesaikan transaksi-transaksi perdagangan.
Penggunaan uang giral dan semakin berkembangnya penggunaan cek dan giro bilyet dalam kegiatan perekonomian masyarakat tergantung dari kemajuan cara berpikir masyarakat dan kemajuan perekonomian suatu negara, artinya bila kemajuan perekonomian telah cukup baik maka kepercayaan masyarakat terhadap jasa-jasa perbankan akan semakin besar dan mereka semakin banyak memerlukan uang giral.
Keuntungan uang giral sebagai alat pembayaran adalah :
Kalau hilang dapat dilacak kembali sehingga tidak bisa diuangkan oleh yang tidak berhak. Dapat dipindahtangankan dengan cepat dan ongkos yang rendah.
Tidak diperlukan uang kembali sebagai cek dapat ditulis sesuai dengan nilai transaksi.
Namun di balik kelebihan system ini, sesungguhnya tersimpan bahaya besar. Kemudahan perbankan menciptakan uang giral di tambah dengan instrument bunga bank membuka peluang terjadinya uang beredar yang lebih besaar daripada transaksi riilnya. Inilah yang kemudian menjadi pertumbuhan ekonomi yang semu (bubble economy).


BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Pada peradaban awal, manusia memenuhi kebutuhannya secara sendiri. Mereka memperoleh makanan dari berburu atau memakan berbagai buah-buahan. Karena jenis kebutuhannya masih sederhana, mereka belum membutuhkan orang lain. Ketika jumlah manusia semakin bertambah dan peradabannya semakin maju, kegiatan dan interaksi antarsesama manusia meningkat tajam. Jumlah dan jenis kebutuhan manusia juga semakin beragam.
Ketika itulah, masing-masing individu mulai tidak mampu memenuhi kebutuhanya sendiri. Bisa dipahami karena ketika seseorang menghabiskan waktunya seharian bercocok tanam, pada saat bersamaan tentu ia tidak akan bisa memperoleh garam atau ikan, menenun pakaian sendiri, atau kebutuhan yang lain.
Pada zaman inilah munculnya pakar-pakar penemuan uang dalam bentuk sangat sederhana yaitu  dalam bentuk uang logam, sekitar 3000 tahun SM. Berdasarkan beberapa referensi yang kami baca, belum ada pendapat yang menyatakan pasti sejak kapan mucul uang dan berasal dari negara mana.

B.     Saran
Dalam menyesaikan makalah ini, penyusun sangat sedikit membaca refensi, untuk lebih lengkap kami mohon kepada para pembaca yang budiman untuk membaca referensi lain sebagai pengatahuan yg lebih lengkap, semoga bermanfaat.



Daftar Pustaka

Edwin Nasution, Mustafa. Pengenalan Eksklusif Ekonomi Islam, ( Jakarta: Kencana, cet. III, 2010),

Ahmad Hasan,  Auraq Naqdiyah Fi al-Iqtisad al Islami, (Damaskus: Dar al Fikr, 2007, cet. II )

Dr. Wahbah Zuhaili, Mu'amalah al Maliyah al Mu'ashirah, (Damaskus : Dar Fikr, 2009, Cet. VII ).

http://rozalinda.wordpress.com. Diakses pada hari Rabu, 09 april  2014, pukul 22.45 WIB.


[1]. Mustafa Edwin Nasution. Pengenalan Eksklusif Ekonomi Islam, ( Jakarta: Kencana, 2010), cet. III hal. 240

[2] Ahmad Hasan,  Auraq Naqdiyah Fi al-Iqtisad al Islami, (Damaskus: Dar al Fikr, 2007), cet. II, hal. 56.
[3] Mustafa Edwin Nasution, Pengenalan Eksklusif Ekonomi Islam, ( Jakarta: Kencana, 2010), hal. 247.
[4] Dr. Wahbah Zuhaili,  Mu'amalah al Maliyah al Mu'ashirah, (Damaskus : Dar Fikr, 2009), Cet. VII, hal.151.
[5] http://rozalinda.wordpress.com. Diakses pada hari Rabu, 09 april  2014, pukul 22.45 WIB.









Read more ...

SPONSOR